Catalog :



Detail Article

Jurnal Ilmiah Perikanan & Kelautan

ISSN 2085-5842

Vol. 1 / No. 3 / Published : 2006-12

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF INDIAN ACALYPHA EXTRACT (Acalypha indica L.) TO Aeromonas hydrophila IN VITRO

DAYA ANTIBAKTERIAL EKSTRAK TANAMAN KUCING -KUCINGAN (Acalypha indica L.) TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO

Author :

  1. Rahayu Kusdarwati --> Staf Pengajar Program Studi Budidaya Perairan
    Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Kampus C Jl. Mulyorejo – Surabaya, 60115. Telp. 031-5992785
  2. Didik Handijatno --> Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Kampus C Jl. Mulyorejo – Surabaya, 60115. Telp. 031-5992785
  3. Zaki M. Wijaya --> Staf PT. Komindo Trading Utama Makassar

Abstract :

One of disease attack freshwater fish is Motile Aeromonas Septicemia (MAS) where caused by Aeromonas hydrophila. Controlling disease with antibiotic can causes environment pollution, resistance to pathogen and cause an accumulation residue in the body. This research is studying of Indian Acalypha (Acalypha indica L.) as antibacterial against Aeromonas hydrophila in vitro. Method of research used sensitivity test with dilution method to find MIC and MBC. This research use completely randomized design with ten treatments and five times repetition. The result was analyzed with probit analysis. Result of research shows that Indian acalypha extract MIC at concentrate 7,5 %, and MBC at 38,6 % to Aeromonas hydrophila.

Keyword :

antibacterial, Indian acalypha, Aeromonas hydrophila.,


Daftar Pustaka :

  1. S. Adisukresno, (1994). Petunjuk Pelaksanaan Penanggulangan Penyakit Ikan. Jakarta : Direktorat Jendral Perikanan. Direktorat Bina Sumber Hayati
  2. S. Dalimartha, (1999). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 2. Trubus Agriwidya : Direktorat Jendral Perikanan. Direktorat Bina Sumber Hayati
  3. W.C. Evans, (1989). Pharmacognosy Trease, Evans 12th edition. London : Billiere Tindal
  4. J.B. Harborne, (1987). Metode Fitokimia. Penuntun cara modern menganalisa tumbuhan. Edisi 2. Bandung : Institut Teknologi Bandung
  5. E.W. Koneman , (1992). Diagnostic Microbiology. Fourth edition. Philadelphia : J.B. Lippicott Company
  6. Alien S.T., (1992). Diagnostic Microbiology. Fourth edition. Philadelphia : J.B. Lippicott Company
  7. Janda W.M., (1992). Diagnostic Microbiology. Fourth edition. Philadelphia : J.B. Lippicott Company
  8. Schreckenberger P.C., (1992). Diagnostic Microbiology. Fourth edition. Philadelphia : J.B. Lippicott Company
  9. Washington Jr. C., (1992). Diagnostic Microbiology. Fourth edition. Philadelphia : J.B. Lippicott Company
  10. R.K. Murray, (1996). Biokimia Harper. Edisi 24. Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hal 494-505.. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
  11. Granner D.K., (1996). Biokimia Harper. Edisi 24. Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hal 494-505.. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
  12. Mayes P.A., (1996). Biokimia Harper. Edisi 24. Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hal 494-505.. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
  13. Rodwell V.W., (1996). Biokimia Harper. Edisi 24. Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hal 494-505.. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
  14. E. Nugroho, (1988). Peningkatan Daya Tahan Ikan Terhadap Infeksi Aeromonas Hydrophila dengan Cara Vaksinasi. - : Seminar Nasional II Penyakit Pada Ikan dan Udang
  15. Pasaribu F., (1988). Peningkatan Daya Tahan Ikan Terhadap Infeksi Aeromonas Hydrophila dengan Cara Vaksinasi. - : Seminar Nasional II Penyakit Pada Ikan dan Udang
  16. F.H. Pasaribu, (1990). Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Ikan Bercak Merah. - : Proceeding Seminar Nasional II Penyakit Ikan dan Udang
  17. Dalimunthe N., (1990). Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Ikan Bercak Merah. - : Proceeding Seminar Nasional II Penyakit Ikan dan Udang
  18. Poeloengan M., (1990). Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Ikan Bercak Merah. - : Proceeding Seminar Nasional II Penyakit Ikan dan Udang
  19. J. Raj, (2000). Acalypha Indica. - : CCRH Querterly Bulletin. Vol. 22 (1&2)2000
  20. Singh K.P., (2000). Acalypha Indica. - : CCRH Querterly Bulletin. Vol. 22 (1
  21. J.E. Robber, (1996). Pharmacognosy and Pharmacobiotechnology. - : Williams & Wilkins
  22. Speedie M.K., (1996). Pharmacognosy and Pharmacobiotechnology. - : Williams
  23. Tyler V.E., (1996). Pharmacognosy and Pharmacobiotechnology. - : Williams
  24. T. Robinson, (1995). Kandungan Organik Tumbuhan tinggi. Bandung : Institut Teknologi Bandung
  25. D. Ryandini, (2004). Sensitivitas Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas fluorescens Terhadap Ekstrak Polar Kayu Bengkirai. : Proceeding Seminar Penyakit Ikan dan Udang Purwokerto Kelompok B
  26. Suparyana T.B., (2004). Sensitivitas Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas fluorescens Terhadap Ekstrak Polar Kayu Bengkirai. : Proceeding Seminar Penyakit Ikan dan Udang Purwokerto Kelompok B
  27. Priyanto S., (2004). Sensitivitas Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas fluorescens Terhadap Ekstrak Polar Kayu Bengkirai. : Proceeding Seminar Penyakit Ikan dan Udang Purwokerto Kelompok B
  28. W.A. Volk, (1993). Mikrobiologi Dasar. Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga
  29. Wheeler M.F., (1993). Mikrobiologi Dasar. Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga
  30. N. Zonneveld, (1991). Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 311 hal. Jakarta : PT. Gramedia Utama Pustaka
  31. Huisman E.A., (1991). Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Jakarta : PT. Gramedia Utama Pustaka
  32. Boon J.H., (1991). Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Jakarta : PT. Gramedia Utama Pustaka


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : / No. : / Pub. :