Catalog :



Detail Article

Jurnal Ilmiah Perikanan & Kelautan

ISSN : 2085-5842

Vol. 4 / No. 1 / Published : 2012-04

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

PENGARUH FERMENTASI Actinobacillus sp. PADA KOTORAN SAPI SEBAGAI PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN Nannochloropsis sp.

FERMENTATION OF Actinobacillus sp. ON COW DUNK AS FERTILIZER ON THE GROWTH OF Nannochloropsis sp.

Author :

  1. Linda Megawati Yanuaris --> Program Studi Budidaya Perairan-Fakultas Perikanan dan Kelautan / -
  2. Rahayu Kusdarwati --> Program Studi Budidaya Perairan-Fakultas Perikanan dan Kelautan / -
  3. Kismiyati --> Program Studi Budidaya Perairan-Fakultas Perikanan dan Kelautan / -

Abstract :

Phytoplankton  is  a  live  feed  that  is  needed  by  aquatic  organisms  and  aquaculture,  one  of Nannochloropsis sp. Cow dunk has potential as an organic fertilizer in the culture of Nannochloropsis sp. Nitrogen and Phospore content of cow dunk  to meet  the growing  needs of Nannochloropsis  sp.,  so  the cow  dunk  used  as  fertilizer can  be  environmentally  friendly  alternatives.  Cow  dunk  is  used  as  an alternative  fertilizer  fermented by  the  bacteria Actinobacillus  sp.  so  that  the content of N and P can  be increased.  N  and  P  levels  can  be  used  Nannochloropsis  sp.  to  grow  and  affect  the  population  of Nannochloropsis sp.  The  purpose  of  this  study was  to  determine  the  effect  and  optimal  concentration  of  bacteria Actinobacillus  sp.  for  the  fermentation process cow manure as  fertilizer  in  increasing  the population of Nannochloropsis  sp.  The  research  design  used  was  Completely  Randomized  Design  (CRD).  The optimum concentration of cow dung used was 10% with a  five-day  fermentation  time. Culture over  the last  five  days.  Treatment  of  primary  studies  used  were  a  control  treatment  D  (Walne  fertilizer),  two control treatments  E  (fertilizers  without  fermentation),  treatment  A  (under  optimum  bacterial concentration  (7.5%)), Treatment B  (optimum  bacterial concentration  (10% )), Treatment C  (above  the optimum  concentration  of  bacteria  (12.5%)).  The  results  showed  that  the  addition  of  fermented  cow manure was  cultured  in  sea water media  can  increase  the  population  of  Nannochloropsis  sp. The  best fermentation  to produce  the highest population  is  treatment B  (optimum  bacteria concentration  (10%)) produces the highest population of Nannochloropsis sp. 2.175x106 cell/mL on the first day. Water quality parameters during the study is within the tolerance for the growth of  Nannochloropsis sp., pH 7-8, room temperature between 30-31oC, ranging between 35-49 ppt salinity and water temperature ranges between 26-31oC.   

Keyword :

Nannochloropsis sp., Cow dunk, Actinobacillus sp. ,


Daftar Pustaka :

  1. S. Cahyaningsih , (2009). Jurnal Teknis : Produksi Pakan Alami. Departemen Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Balai Budidaya Air Payau Situbondo. Situbondo : Departemen Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Balai Budidaya Air Payau Situbondo
  2. W. Fulks, K.I. Main, (1991). Rotifer and Microalgae Culture Systems. Proceeding of a U.S. Asia Workshop. The Oceanic Institute, Honolulu. Honolulu. Hawai : The Oceanic Institute, Honolulu, Hawai
  3. L. Handayani, (2002). Pertumbuhan Spirulina platensis Yang Dikultur Dengan Ekstrak Kotoran Puyuh. Bogor : Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  4. Kusriningrum, (2009). Perancangan Percobaan. Surabaya : Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga
  5. W.H. Satyantini dan Endang Dewi Masithah, (2008). Pemilihan Jenis dan Nilai Nutrisi Pakan Alami. Surabaya : Universitas Airlangga


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 4 / No. : 1 / Pub. : 2012-04
  1. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Limbah Ikan Lemuru (sardinella Sp.) Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Chlorella Sp.
  2. Pengaruh Fermentasi Actinobacillus Sp. Pada Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Terhadap Pertumbuhan Nannochloropsis Sp.
  3. Derajat Infestasi Dan Intensitas Ichthyophthirius Multifiliis Pada Ikan Koi (cyprinus Carpio) Dengan Metode Kohabitasi
  4. Induksi Kematangan Gonad Induk Jantan Kerang Abalone (haliotis Asinina) Dengan Metode Laserpunktur
  5. Daya Antibakteri Tepung Cacing Tanah (lumbricus Rubellus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Vibrio Harveyi Secara In Vitro
  6. Pengaruh Kombinasi Media Bungkil Kelapa Sawit Dan Dedak Padi Yang Difermentasi Terhadap Produksi Maggot Black Soldier Fly (hermetia Illucens) Sebagai Sumber Protein Pakan Ikan
  7. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Azolla Pinata Terhadap Pertumbuhan Populasi Spirulina Platensis
  8. Pemberian Perasan Buah Mengkudu (morinda Citrifolia) Untuk Pengendalian Argulus Pada Ikan Mas Komet (carassius Auratus Auratus)
  9. Perasan Daun Pepaya (carica Papaya L.) Sebagai Pengendali Infestasi Argulus Pada Ikan Komet (carassius Auratus Auratus)
  10. Kandungan Protein Kasar Dan Serat Kasar Pada Kulit Pisang Raja Yang Difermentasi Dengan Trichoderma Viride Dan Bacillus Subtilis Sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
  11. Uji Efektifitas Ekstrak Daun Sirih Merah (piper Rocatum) Terhadap Bakteri Aeromonas Hydrophila Secara In Vitro
  12. Pemantauan Virus Dengan Metode Pcr (polymerase Chain Reaction) Di Pantai Utara Jawa Timur
  13. Fungsi Sel Imun Interleukin-4 (il-4) Pada Ikan Kerapu Tikus (cromileptes Altivelis) Dengan Induksi Protein Imunogenik Vibrio Harveyi
  14. Prakiraan Kesuburan Perairan Bali Dari Citra Satelit
  15. Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Di Selat Bali Berdasarkan Data Citra Satelit
  16. Studi Identifikasi Dan Prevalensi Endoparasit Pada Saluran Pencernaan Ikan Kerapu Tikus (cromileptes Altivelis) Di Keramba Jaring Apung Unit Pengelola Budidaya Laut Situbondo, Jawa Timur
  17. Identifikasi Dan Prevalensi Ektoparasit Pada Ikan Kerapu Tikus (cromileptes Altivelis) Di Karamba Jaring Apung Unit Pengelola Budidaya Laut Situbondo
  18. Uji Sensitifitas Sari Buah Pare (momordica Charantia L) Pada Bakteri Edwardsiella Tarda Dengan Metode Difusi Kertas Cakram Secara In Vitro